Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Cinta yang terdiam

Diposting oleh Free All For You

Sebuah cinta diam-diam antara kau dan aku, biarlah cukup Sang Pencipta yang tau tentang semuanya, mungkin kali ini pertemuan yang terakhir denganmu sebelum menjadi Muhrim dengannya.
Meski kau tak mau, meski kau berontak, namun kau tetap lemah, dan aku juga tetap lemah karena mencintaimu.

Senyummu tak seperti kemarin, tampak lebih indah kali ini sayang, genggaman jemarimu begitu erat kali ini, lebih menggetarkan jiwa dengan kalimat lembutmu.Kabonga dengan pandangan laut lepas di hadapan kita menjadi pendengar jeritan hatimu, tetesan air matamu telah tawarkan air laut itu. semoga keinginan mu tercapai.
tenanglah janji itu terus aku genggam, dan aku percaya dengan janjimu.

More about → Cinta yang terdiam

Menyaksikan Cinta Pergi

Diposting oleh Free All For You

Malam itu Rei sugguh sulit untuk memejamkan mata, fikirnya terus tertuju pada satu titik terang yang membuatnya terus meresah menanti jam menunjukkan pukul 04.00 am. Dini hari ini telah sampai pada pukul 02.30, setidaknya kurang lebih selama empat jam Rei mencoba memejamkan mata, namun tetap tak dapat terlelap. kesederhanaannya dirinya, kehidupannya, wajahnya yang cukup cantik, serta mimpi itu membaur menjadi satu, berputar mengikuti rotasi putaran bumi yang semakin cepat merasuki hati dan fikirannya, wajah yang dulu tak mampu dipandangnya kini telah tampak semakin jelas walaupun masih samar-samar. Semua itu terus mengusik hati dan fikiran Rei.
Tak disangka Cinta itu ternyata telah terlahir untuknya, rasa takut kehilangannya, rasa membutuhkannya,rasa ingin menjaga dan melindunginya, rasa kecemasan, rasa ingin bertemu semakin mencuat padanya, ini pertanda bahwa rasa sayang itu telah tumbuh beriring setiap bertambahnya detik-detik waktu. saat ini tak ada alasan lagi untuknya tidak menyayanginya, dia telah mampu membunuh kekosongan jiwa Rei selama ini. menentramkan hati disaat bersamanya, ketika memandangnya, dan bercakap dengannya walaupun itu hanya lewat telepon.

Besok ia akan kembali ke Paris Van Java menyelesaikan sisa-sisa waktu pendidikannya di IPDN yang tak kurang dari Tiga bulan. begitu cepat rasanya waktu berlalu, sekali lagi waktu menguji kesabarannya menanti ia kembali. Sedih, bangga, tak rela tengah berkolaborasi di dalam jiwanya melahirkan irama hati yang kacau.***

Tak ada yang berubah, sejak dahulu hingga saat ini ternya waktu tak pernah dapat di ajak kompromi, Dia pun bergegas bangun dan bersiap menuju bandara internasional Hasanuddin hanya untuk melihat kekasih hatinya pergi. Kekasih yang bukan berati memiliki status, bagi Rei kekasih hati adalah wanita yang ia sayangi dan cintai walaupun itu tak terbalas. Selama ia masih menyayangi dan mencintainya, ia akan tetap menjadi kekasih hatinya..***

Ternyata kedatangannya juga telah sia-sia, kekasih hatinya pun tak sempat ia pandangi walau sedetik, sms nya telah terkirim ke Rei bahwa sekarang ia telah berada di pesawat yang akan mengantarkannya dengan selamat kejakarta, Insya Allah.. Tatapannya kosong membayangkan kekasih hatinya berada dalam jarak yang begitu jauh, hati pun bertanya. “Entah kapan lagi aku bisa menikmati Teh Buatannya??, apakah teh itu dapat ia suguhkan tiap pagi hari untukku??” biarkan waktu yang menjawabnya!!.

Perlahan Rei menenangkan diri dan menarik nafas yang begitu dalam, tiap nafas ini kembali lagi menyebut kebesaran Allah yang tadi sempat terhenti karena rasa kecewa tak sempat menemuinya. Niat untuk Menyaksikan Cinta Pergi akhirnya gagal, yang ada hanya menyaksikan sisa banyangan dan jejak langkah cinta yang tak jelas lagi untuk pergi.
Saat ini pesawat yang ditumpanginya telah melayang di hamparan awan yang masih terlihat jelas, kini hanya Doa yang mampu ia panjatkan untuk keselamatannya dan kesehatannya karena ia sadar bahwa sekarang tak mampu berbuat apa-apa lagi.*****

Ikrar Mallarangeng - Kompasiana
More about → Menyaksikan Cinta Pergi

Indomie Telur Special

Diposting oleh Free All For You

Terlalu singkat dan bagaikan mimpi yang baru saja berlalu. Inilah sahur yang terindah, nyaman dan lezat untukku. Walaupun menu sahur kali ini terlampau sangat sederhana. Indomie telur dengan beberapa rasa.”ha ha ha ha ha.” Tawaku tak mampu tertahan lagi.

Namun sahur bersama teman dan sahabat di SMA jauh lebih lezat rasanya. Masih terbayang ketika aku duduk di kursi plastic itu, duduk di sudut meja bersama di kurus rais. Meja panjang itu bagaikan meja VVIP, berderet mulai dari aku, rais, wawan bocu, cakra budi setiawan (nama atlit), meidi zulkadri (lebarka), wahyu pratama (lebih lebar lagi, tapi sekarang jadi popeye) yang duduk di pojok meja berhadapan denganku.

Meja VVIP berikutnya ada resti permatasari (ibu dokter), Hj.Musdalifah yang baru saja diwisudah, phuta bin pindu, risandi sucitra, bambang daeng dinging, H. baso randi, nomo syahril yang baru saja mudik.
Aku tak ingin membayangkan jika kami semua adalah saudara kandung, sungguh repotnya orang kami mengurus anak ajaib ini. “ha ha ha ha ha ha……”

Suara-suara tadi kian memutar waktu, seolah sungguh kami tengah berada dalam lingkungan sekolah di waktu istirahat saar berada di kantin dan berantrian untuk memesan. Perut ini makin berdisko dengan nada falsnya, indomie pun belum matang. Baskom itu sudah siap dimandikan bumbu dan menjadi rebutan kami.***

Aku dengan beberapa teman menjadi penyantap menu terlezat di gelombang pertama, tak lama bersantap andi dan bambang datang membawa sebakul nasi yang diperoleh dari tante nur pemilik wartel dekat sekolah yang telah sangat akrab dengan kami. Maklumlah di warung begadang itu ternyat kehabisan nasi, jadi kami terpaksa mencari nasi di luar.

Gelombang ke dua itu pun ikut bergabung setelah datang nya andi dan bambang membawa nasi, tatkala itu pula phuta’ bin pindu datang membawa telur asin yang semakin menjadikan menu indomie telur itu menjadi menu special hari ini

Ikrar Mallarangeng - Kompasiana
More about → Indomie Telur Special

Untuk Sahabat

Diposting oleh Free All For You

Tak ada yang lebih indah dari sebuah persahabatan, tak ada yang lebih solid dari sebuah kebersamaan dan kekompakan. Matahari telah terbenam hampir separuh di selat makassar, di sebelah ku juga duduk Tiga orang sahabat yang berdampingan menghadap kelaut menyaksikan keindahan muhjizat yang Maha Esa.

Seorang diantaranya terlihat sungguh ceria dan begitu lepas tanpa beban. lelaki itu bertubuh tinggi kekar selayak atlet nasional, cakep dan rambut yang lumayan panjang dengan kombinasi pakaian yang begitu pas, membuatnya sangat serasi dengan wajahnya. namun tak banyak yang mengetahui bahwa ternyata dia adalah seorang lelaki buta yang dihadapannya hanya ada kegelapan dan kerisauan. Untuk kedua temannya losari ini begitu megah disaat sore, tapi untuk lelaki buta itu, kemegahan itu hanya dapat tergambar dari berita-berita sahabatnya dan hembusan angin yang membuainya, suara gemuruh air, perahu yang berlalu suara manusia-manusia yang ada disini.

Tampak sejak tadi lelaki itu tak ingin merepotkan kedua sahabatnya. Sejak turun diparkiran kaki lelaki buta itu terus melangkah dan merabah jalan yang dilaluinya hingga salah seorang sahabatnya mengajaknya duduk. Sesekali ia tertawa dan memejamkan mata, akupun tak tau pasti apa yang dilakukannya. Mungkin saja ia sedang menikmati hembusan angin ini.

Tawa ketiga sahabat itu akhirnya mulai pecah bagaikan gemuruh ombak yang tak terbendung. Entah apa saja yang mereka candakan, namun tampak jelas mereka sedang asik nikmati suasana dan satu persatu bungkusan Marlboro itu jatuh di tong sampah disamping mereka. Tak terasa malam kian merapat. Seorang diantara mereka berbaju Merah Muda, duduk di tengah-tengah kembali mengisap tembakau itu. Tatkala pengamen menghampiri mereka, lelaki berbaju Merah Muda itu meminjam gitar akustik pengamen jalan yang terlihat begitu santun menyapa ketiga sahabat itu.

Lantunan lagu Laskar Pelangi dan Suara akustik membaur bagaikan suara alam yang bebas, lagu yang dinyanyikan lelaki itupun seolah membakar semangat jiwa.

“mimpi adalah kunci, untuk kita menaklukkan dunia
Berlarilah tanpa lelah, sampai engkau meraihnya
Laskar pelangi takkan terikat waktu,
Bebaskan mimpimu diangkasa, warnai bintang di jiwa
Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada yang Kuasa Cinta kita di Dunia
Selamanya..

Cinta kepada hidup memberikan senyuman abadi
Walau hidup kadang tak adil
Tapi cinta lengkapi kita..

Laskar Pelangi takkan terikat waktu
Jangan berhenti mewarnai jutaan mimpi di bumi..”

Pengamen diberi uang Rp. 5000 kemudian pergi. Sebelum memberi lelaki buta yang berbaju merah muda sempat menayakan kepada sahabatnya jumlah uang yang diambil dari kanting celananya.

Tak begitu lama, ketiga sahabat itu berdiri dan pergi. Terlihat lelaki buta itu memegang pundak kedua sahabatnya kemudian berjalan bergandengan tangan.***

Ikrar Mallarangeng - Kompasiana
More about → Untuk Sahabat

Kutunaikan Tahajud 100 Rakaat

Diposting oleh Free All For You

Ya Allah, tiada yang mampu mencegah apa yang Kau beri,
tiada yang mampu memberi apa yang Kau cegah,
dan tiada yang mampu menolak ketentuan-Mu .
Saat ini Engkau mengujiKu dgn penolakan pinangan dari Aisyah yg sdh kuperjuangkan

Ya Allah, tiada perkara yang mudah kecuali yang Engkau jadikan mudah, dan Engkaulah yang menjadikan kesedihan sebagai sesuatu yang mudah . . .

Buatlah kami senantiasa berprasangka baik pada ketentuan-Mu .

Jam 00.30 tanggal 07 April 2012 aku terbangun dari tidurku, kali ini aku mimpi tidak seperti biasanya, namun aku terus beranggapan baik bahwa mimpi yang baik itu merupakan karunia dari Allah.

Malam ini sungguh telah kutunaikan sebuah petunjuk dari Allah, suatu hal yang belum pernah aku lakukan sebelumnya, keraguan sempat menggundahkan hati dan jiwa ini, namun dzikir senantiasa kupanjatkan pada-Nya hingga hati ini menjadi tentram dan ikhlas melaksanakannya semata karena Allah.

Tak ada yang tak mungkin untuk orang yang bersungguh-sungguh, percayalah Allah akan memberi kita kemudahan dan kekuatan, bersabarlah Allah tak pernah ingkar pada janji-janjiNya kepada ummatnya, yang ingkar itu hanya manusia.

Kutenangkan hati dan fikiran, kuserahkan jiwa ini seutuhnya menyembah kepada Allah yang maha atas segalanya, jam 01.30 rakaat demi rakaat aku kerjakan hingga aku menyelesaikan rakaat ke 100 pada pukul 04.20.

100 rakaat sholat tahajud aku kerjakan malam itu, tak ada lelah maupun letih yang aku rasakan, suatu hal yang luar biasa, hanya sedikit keringat yang menetes namun semuanya terasa begitu hening, serasa diri ini menyatuh dengan alam yang begitu sejuk, tak ada rasa gerah dan kedinginan.

Disetiap sujudku kupanjatkan Do’a kepada Allah yang Maha mendengar, Maha Melihat, Maha Mengatur bahwa aku ikhlas dengan segala ketetapan-Nya dan Aku mengharapkan yang terbaik dari segala yang terbaik. Jika Aisyah adalah jodohku yang telah ia tetapkan maka aku memohon segala kemudahan-Nya.
More about → Kutunaikan Tahajud 100 Rakaat

Free All

Sedang Online

Blogger Iklan